JAKARTA
– Komando Pasukan Khusus (Kopassus) tepat pada 16 April 2016 merayakan hari
jadinya yang ke-64. Pasukan dengan ciri khas baret merah tersebut adalah bagian
dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat.
Pembentukan
Kopassus berawal dari Kolonel A.E Kawilarang pada 16 April 1952 membentuk
Kesatuan Komando Tentara Territorium III/Siliwangi (Kesko TT). Di mana dirinya
menginginkan adanya pasukan yang bergerak tangkas dan cepat.
Ide
pembentukan kesatuan komando ini berasal dari pengalaman Kawilarang menumpas
gerakan Republik Maluku Selatan (RMS). Kesulitan menghadapi pasukan RMS
menjadikan Kawilarang bersama Letkol Slamet Riyadi membentuk kesatuan komando
ini.
Setelah
berganti nama mulai dari Korps Komando Angkatan Darat (KKAD), Resimen Pasukan
Komando Angkatan Darat (RPKAD), Pusat Pasukan Khusus AD (Puspassus AD), Komando
Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha), hingga pada 26 Desember 1986 saat terjadi
reorganisasi di tubuh Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) resmi
disematkan nama Kopassus.
Dalam
perjalanan sejarahnya, beberapa operasi yang dilakukan oleh Kopassus di
antaranya adalah operasi penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta,
Operasi Trikora, Operasi Dwikora, dan penumpasan G30SPKI.
Selain
itu, Kopassus juga turut mengawal Pendapat Penetuan Rakyat (Pepera) di Irian
Barat pada 1969, Operasi Seroja di Timor Timur, operasi pembebasan sandera di
Bandara Don Muang-Thailand (Woyla), Operasi GPK di Aceh, operasi pembebasan
sandera di Mapenduma, operasi pembebasan sandera perompak Somalia, serta
berbagai operasi militer lainnya.
Lantaran
misi dan tugas operasi yang bersifat rahasia, mayoritas dari kegiatan tugas
daripada satuan Kopassus tidak akan pernah diketahui secara menyeluruh.
Kopassus memiliki motto; berani, benar, berhasil. (okezone.com)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar